Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar, Kapolrestro Jaksel
Komisaris Besar Imam Sugianto, dan Kasatreskrim Polrestro Jaksel Ajun
Komisaris Besar Budi Irawan, di Markas Polres Jaksel,
JAKARTA —
Kepala Polres
Metro Jakarta Selatan (Kapolrestro Jaksel) Komisaris Besar Imam Sugianto
mengungkapkan, kasus-kasus hukum yang sehari-hari dihadapi pihak
kepolisian di wilayah tersebut sebenarnya terhitung sederhana. Namun,
kasus berkembang rumit karena orang-orang yang terlibat di dalamnya.
"Kasus-kasus
di sini unik. Umumnya kasus sederhana. Tapi, kemudian berkembang jadi
besar karena orang-orangnya punya jaringan luas ke mana-mana," kata
Komisaris Besar Imam dalam acara pelepasan Kepala Satreskrim Polres
Metro Jakarta Selatan yang lama, Ajun Komisaris Besar Budi Irawan, di
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), Rabu (25/4/2012) malam.
Mereka
memanfaatkan jaringan, posisi, atau status tertentu untuk menekan pihak
lain yang bermasalah dan bahkan pihak penyidik. Dengan jaringan atau
status mereka pula, kasus sederhana bisa disorot secara khusus dan
dipublikasikan secara luas.
Ia menyebut oknum-oknum yang
demikian dengan "orang-orang yang sedang berusaha mengaktualisasi diri".
"Jadi, kasus-kasus seperti itulah yang akan dihadapi Pak Hermawan
setiap hari," ucapnya, mengingatkan Ajun Komisaris Besar Hermawan,
Kepala Satreskrim Polres Metro Jaksel yang baru.
Oleh karena
itu, Imam berharap Hermawan sebagai Kepala Satreskrim baru tidak
menganggap sepele kasus-kasus kecil yang terjadi di wilayah selatan
Jakarta. Hermawan juga diharapkan dapat mencontohi kecepatan kerja
pejabat lama Ajun Komisaris Besar Hermawan (AKBP Hermawan).
Sebelumnya,
telah diadakan serah terima jabatan kepala satreskrim yang
dilangsungkan di Markas Polrestro Jaksel. Pejabat baru AKBP Hermawan
sebelumnya menjabat Kepala Satreskrim Polres Tangerang Kota. Sementara
itu, AKBP yang telah menjabat Kepala Satreskrim Polres Jaksel selama 1
tahun 6 bulan itu mendapat jabatan baru sebagai perwira bidang hukum di
Polda Metro Jaya.