Jumat, 27 April 2012

Batik 'Beresin Jakarta' untuk Diwakafkan
 
Pasangan bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid Dan Didik J Rachbini mengenakan batik khas Jakarta yang diluncurkan hari ini, Kamis (26/4/2012).

JAKARTA - Pasangan Muhammad Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini baru saja meluncurkan kemeja batik yang dinamai Batik Beresin Jakarta. Saat acara peluncuran, pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur yang diusung Partai Keadilan Sejahtera ini menyatakan, batik berwarna oranye itu diproduksi mereka bukan demi kepentingan mencari profit ekonomi.
"Batik ini tidak akan kami jual, tapi akan diwakafkan bagi warga Jakarta," kata Hidayat Nur Wahid saat peluncuran di Pusat Perbelanjaan Thamrin City, Jalan Thamrin Boulevard, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (26/4/2012).
Meski demikian, pasangan ini tidak melarang bila ada pihak yang membeli dalam jumlah besar untuk diperdagangkan kembali. Demikian pula bila ada orang perorangan yang mendapat batik tersebut dan menjual kembali.
"Kalau ada yang mau menjualnya kembali, ya monggo. Ini sumbangsih kreasi kami bagi warga Jakarta," kata Hidayat.
Pada kesempatan yang sama, Didik yang berlatar belakang ekonom menambahkan, pilihan pada produk batik dikarenakan batik memiliki nilai ekonomi. "Kenapa batik diproduksikan oleh kami. (Batik) Penting karena punya nilai ekonomi. Bisa terjadi perputaran uang dalam skala besar pada tiap produksi jenis pakaian," ujar Didik.
Untuk sementara, yang diluncurkan tim Hidayat-Didik baru terbatas kemeja pria. Sebenarnya, telah dipajang pula pakaian batik perempuan. Model tersebut saat ini belum didistribusikan untuk umum. "Yang wanitanya masih sampel, belum diproduksi dalam jumlah besar," kata salah seorang anggota tim sukses Hidayat-Didik.

Kamis, 26 April 2012

Kapolrestro Jaksel: Banyak yang "Bermain" di Wilayah Jaksel
 Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar, Kapolrestro Jaksel Komisaris Besar Imam Sugianto, dan Kasatreskrim Polrestro Jaksel Ajun Komisaris Besar Budi Irawan, di Markas Polres Jaksel,

JAKARTA Kepala Polres Metro Jakarta Selatan (Kapolrestro Jaksel) Komisaris Besar Imam Sugianto mengungkapkan, kasus-kasus hukum yang sehari-hari dihadapi pihak kepolisian di wilayah tersebut sebenarnya terhitung sederhana. Namun, kasus berkembang rumit karena orang-orang yang terlibat di dalamnya.

"Kasus-kasus di sini unik. Umumnya kasus sederhana. Tapi, kemudian berkembang jadi besar karena orang-orangnya punya jaringan luas ke mana-mana," kata Komisaris Besar Imam dalam acara pelepasan Kepala Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan yang lama, Ajun Komisaris Besar Budi Irawan, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), Rabu (25/4/2012) malam.

Mereka memanfaatkan jaringan, posisi, atau status tertentu untuk menekan pihak lain yang bermasalah dan bahkan pihak penyidik. Dengan jaringan atau status mereka pula, kasus sederhana bisa disorot secara khusus dan dipublikasikan secara luas.

Ia menyebut oknum-oknum yang demikian dengan "orang-orang yang sedang berusaha mengaktualisasi diri". "Jadi, kasus-kasus seperti itulah yang akan dihadapi Pak Hermawan setiap hari," ucapnya, mengingatkan Ajun Komisaris Besar Hermawan, Kepala Satreskrim Polres Metro Jaksel yang baru.

Oleh karena itu, Imam berharap Hermawan sebagai Kepala Satreskrim baru tidak menganggap sepele kasus-kasus kecil yang terjadi di wilayah selatan Jakarta. Hermawan juga diharapkan dapat mencontohi kecepatan kerja pejabat lama Ajun Komisaris Besar Hermawan (AKBP Hermawan).

Sebelumnya, telah diadakan serah terima jabatan kepala satreskrim yang dilangsungkan di Markas Polrestro Jaksel. Pejabat baru AKBP Hermawan sebelumnya menjabat Kepala Satreskrim Polres Tangerang Kota. Sementara itu, AKBP yang telah menjabat Kepala Satreskrim Polres Jaksel selama 1 tahun 6 bulan itu mendapat jabatan baru sebagai perwira bidang hukum di Polda Metro Jaya.
SPBU Palmerah Meledak, Satu Pekerja Tewas
ILUSTRASI
JAKARTA — Ledakan hebat terjadi di Jalan Palmerah Barat, Grogol Utara, Jakarta Selatan, Kamis (26/4/2012). Ledakan tersebut berasal dari stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) yang terletak di depan Asrama Polri Palmerah.
Kanit Reskrim Polrestro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Himawan menyebutkan, akibat ledakan tersebut, dua pekerja menjadi korban. "Korban meninggal satu orang, bernama Saimin, warga Palmerah. Satu lagi korban cedera atas nama Deden Rohana yang sudah dibawa ke RS Mintohardjo," kata Ajun Komisaris Besar Hermawan.
Saimin adalah warga RT 15 RW 08 Palmerah Barat. Saat ini keluarga telah ikut menemani jasad korban yang diantar ke RS Cipto Mangunkusumo.

Rabu, 25 April 2012

Budiman Bantah Mengonfirmasi Pelaku Video Porno
Budiman Sudjatmiko
JAKARTA -- Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Budiman Sudjatmiko menepis tudingan bahwa dirinya sebagai orang pertama yang mengonfirmasi, salah satu pelaku dalam video porno adalah rekan satu partainya. Budiman mengatakan, sama sekali belum pernah melihat video porno yang salah satu pelakunya diduga anggota DPR.
Saat ditanya apakah ia orang yang pertama kali mengenal bahwa pelaku dalam video porno tersebut adalah rekan satu partainya, Budiman menjawab, "Tidak benar. Karena saya tidak melihat video tersebut."
di Jakarta, Rabu (25/4/2012) malam, Budiman mengatakan, pernah berfoto dengan rekan satu partainya Karolin Margret Natasa dan Elya G Muskitta. Menurut Budiman, foto dirinya bersama kedua orang tersebut diambil saat acara seminar pemberdayaan ekonomi rakyat di Pontianak, Desember 2011.
"Mereka berdua panitianya, mewakili lembaga Advance Borneo," kata Budiman.
Ledakan di Gardu Induk Gandul Keras Sekali
 
ILUSTRASI
DEPOK - Ledakan alat ukur arus di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) di Gandul, Kecamatan Cinere, Kota Depok, terdengar keras sekali. Dalam radius 300 meter, ledakan itu masih terdengar keras. Hal ini disampaikan beberapa saksi yang berada di lokasi kejadian.
"Ledakan keras sekali. Dar! Seperti suara tembakan. Dari kantor ini, saya masih dengar," tutur Joko Priyono, Supervisor dan Ketertiban Kantor Induk PT PLN di Gandul, Kota Depok, Rabu (25/4/2012).
Joko mendengar ledakan pukul 13.15 WIB. Ketika itu, semua orang yang mendengar panik. Joko memerintahkan anak buahnya untuk mengatasi ledakan itu. Menurut Joko tidak ada kobaran api, setelah ledakan berlangsung. Pada saat ledakan terdengar, posisi Joko berada pada jarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian.
Hal yang sama disampaikan Kepala Polsek Limo, Depok, Komisaris Sukardi. Ketika kejadian, dia berada di area GITET Gandul. Sukardi terkejut, karena tidak mengira peristiwa itu terjadi tiba-tiba.
Ia berharap agar warga tidak perlu panik menanggapi peristiwa itu. Sebelumnya sudah terjadi beberapa kali, dan dapat diperbaiki dengan cepat. "Ledakan tidak sampai membuat kobaran api. Ledakan dapat diatasi karyawan PLN beserta satuan pengaman, dengan menggunakan soda api," tutur Sukardi.
Akibat ledakan ini, sempat terjadi pemadaman listrik di wilayah Bintaro, Depok, Casablanca, Karet, Cengkareng, Grogol, Kebon Sirih, Duri, dan Budi Kemuliaan. Sementara penyebab kerusakan alat ukur arus masih dalam penyelidikan tim internal PLN.