Jumat, 11 Mei 2012

Foke Klaim Penduduk Miskin Jakarta Sedikit
 
 Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menjawab pertanyaan wartawan usai acara penutupan Ekspedisi Kompas Ciliwung 2009 di Ancol, Jakarta, Kamis (22/1/2012). Ekspedisi yang berlangsung selama sepekan ini menggali bebagai aspek sejarah sosial dan kemanusiaan serta memotret realitas sosial-budaya, dan ekonomi di sepanjang Sungai Ciliwung.
JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menilai bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil menurunkan angka kemiskinan. Saat ini, jumlah orang miskin tercatat hanya 3,6 persen dari penduduk Ibu Kota dan masih lebih rendah jika dibandingkan rata-rata penduduk miskin tingkat nasional yang mencapai 12 persen.
"Yang miskin juga masih ada. Tapi jumlahnya paling kecil di Indonesia, cuma 3,6 persen. Rata-rata nasional sampai 12 persen," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, di Balaikota Jakarta, Kamis (10/5/2012).
Tanpa ragu, ia juga membandingkan angka kemiskinan di Jakarta dengan daerah asal lawan politiknya. Seperti Sumatera Selatan, ia mengungkapkan bahwa angka penduduk miskinnya mencapai 13,95 persen dari jumlah penduduk sebanyak 1.074.807 orang. Sementara di Solo, jumlah penduduk miskin juga meningkat dari 10 persen menjadi 14 persen.
"Provinsi yang gubernurnya mau jadi gubernur di Jakarta, sekarang berapa angka kemiskinannya? Kemudian dengan wali kota yang juga mau jadi gubernur, angka penduduk miskinnya juga masih tinggi. Kalau Jakarta, kan sudah ada buktinya. Bukan cuma pengin aja," kata Foke.
Tidak hanya itu, ia juga mengklaim kualitas sumber daya manusia (SDM) di Jakarta cukup baik dengan bukti dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta yang lebih tinggi dibandingkan indeks rata-rata nasional. Bahkan untuk segi pendapatan penduduk per kapita, Jakarta dikabarkan menembus angka 10.000 dollar Amerika per tahun tiap penduduk.
"Target 2015 dapat tembus 15.000 dollar Amerika. Ini tantangan yang besar, 2015 tidak jauh dari sekarang. Jadi, jangan melupakan tantangan ke depan yang semakin besar," ujarnya.

Kamis, 10 Mei 2012

Lokasi Pesawat Belum Terjangkau
 
 Kopassus membaca peta kontur saat melakukan pencarian pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, di Desa Gunung Sari, Pemijahan, Bogor, Kamis (10/5/2012). Puing pesawat ditemukan oleh tim pencari dari helikopter di kawasan Kecamatan Cijeruk, Bogor.

BOGOR - Hingga pukul 16.00, Kamis (10/5/2012), belum ada tim yang mengkonfirmasi telah tiba di lokasi pesawat Sukhoi Superjet SJ-100 di Gunung Salak, Kabupaten Bogor, dan menginformasikan kondisi korban.

Demikian diungkapkan Komandan Pangkalan Udara Atang Sendjaja, Marsekal Pertama Tabri Santoso, di Posko SAR SJ-100, Kamis sore ini kepada wartawan.

"Belum ada yang sampai," kata Tabri. Bahkan, tim SAR yang melalui jalur darat dikabarkan terkendala cuaca buruk yakni hujan dan kabut tebal pada sore ini.

Tabri menyampaikan ada sekitar 300 personel dari TNI, Polri, Basarnas, Tagana, dan elemen masyarakat yang bergerak dari Cijeruk menuju lokasi jatuhnya pesawat.

Rabu, 09 Mei 2012

Buruh Tangerang Mengenang Marsinah
 
 Massa dari serikat buruh melakukan aksi damai di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (1/5/2011). Mereka membawa banyak spanduk menuntut RUU BPJS segera disahkan.
JAKARTA- Sekitar 300 orang buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Nasional dari Konfederasi Aksi Serikat Buruh Indonesia (FSBN-KASBI), Selasa (8/5/2012) malam, berkumpul di depan Gedung Wali Kota Tangerang, Banten.
Mereka memperingati Hari Buruh 1 Mei lalu sekaligus memperingati kematian aktivis buruh di Sidoardjo, Jawa Timur, almarhum Marsinah. Buruh pabrik tersebut tewas mengenaskan 15 tahun lalu saat memperjuangkan hak-hak dan kepentingan buruh.
"Kematiannya adalah simbol perjuangan buruh yang tak akan pernah berhenti hingga hak-hak buruh dipenuhi," tandas aktivis FSBN-KASBI Sunarno saat dihubungi Kompas, semalam.
Peringatan tersebut dikemas dalam bentuk malam solidaritas mengenang Marsinah bagi buruh Indonesia dengan berbagai acara seperti di antaranya orasi, puisi, teatrikal dan musik-musik perjuangan. Acara berlangsung sejak pukul 19.00 hingga 24.00 malam.
"Sebelum memperingati kematian almarhum Marsinah, kami juga turun ke jalan memperingati hari buruh internasional, termasuk di antaranya ke sentra-sentra industri di Tangerang serta ke Istana," tambah Sunarno lagi.

Selasa, 08 Mei 2012

Foke dan Jokowi Beradu Lewat Lembaran Kertas
 Buklet rangkuman prestasi Fauzi Bowo sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012 dan koran Jakarta Baru milik Jokowi-Ahok.
JAKARTA — Penetapan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta hanya tinggal hitungan hari. Para bakal calon kini sudah gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan menyebar berbagai atribut, seperti pamflet, stiker, bahkan buklet dan koran.
Atribut seperti stiker, pamflet, dan spanduk seolah menjadi alat wajib bagi para bakal calon ini. Dapat dilihat di tiap sudut Ibu Kota, berbagai atribut tersebut terpampang di jalan-jalan.
Namun, ada yang berbeda dari biasanya, beberapa calon bahkan mengedarkan buklet dan koran agar warga lebih mengenal mereka lebih baik. Jika pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama mengedarkan koran bertajuk Jakarta Baru, maka pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli pun tak mau kalah dengan mengeluarkan buklet berjudul Rangkuman Prestasi Fauzi Bowo Sebagai Gubernur DKI Jakarta Periode 2007-2012.
Calon petahana Fauzi Bowo menganggap keberadaan buklet tersebut sah dan tidak menyalahi aturan. Ia berargumen bahwa isi dalam buklet tersebut adalah hasil kerjanya yang sudah dilakukan untuk Jakarta dan buktinya dapat dilihat langsung oleh warga Jakarta. "Biar orang yang menilai. Saya kan tidak jual janji," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, singkat saat dijumpai di Balaikota Jakarta, Senin (7/5/2012).
Isi buklet tersebut menuliskan sejauh mana sosok Foke menjalankan programnya selama lima tahun dalam berbagai bidang, baik masalah transportasi, pengelolaan air, permukiman, pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, maupun sosial ekonomi.
Pada bagian akhir buklet, terdapat daftar riwayat hidup Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli. Beberapa hal yang dicatat di dalamnya adalah pembangunan jalan layang non-tol Antasari-Blok M dan Kampung Melayu-Tanah Abang, penambahan luas ruang terbuka hijau sebanyak 103 hektar, serta perluasan hutan mangrove dari 70 hektar menjadi 380 hektar. Foke juga mencatatkan kelanjutan pengerjaan Kanal Banjir Timur (KBT) yang diklaim telah membuat wilayah Jakarta Timur dan Utara seluas 15.400 hektar dengan 2,7 jiwa warga terbebas dari ancaman banjir. Prestasi lainnya adalah pembangunan mass rapid transit (MRT).
Buklet ini kabarnya hanya dibagikan secara internal kepada para pendukung pasangan Foke-Nara. Namun, pada kenyataannya, dalam beberapa acara kunjungan Gubernur DKI Jakarta ke RW binaan di Jakarta, buklet ini ikut dibagikan untuk warga.
Secara terpisah, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bahwa selain membagikan kartu nama dan stiker kepada warga, ada juga bentuk sosialisasi lain, yaitu keberadaan koran Jakarta Baru. Pendistribusiannya ke warga Jakarta dilakukan oleh para relawan yang berkeliling setiap hari ke segala penjuru Jakarta.
"Saya titip. Jadi ada pasukan yang bagikan ke orang. Begitu juga dengan stiker dan kartu nama. Tapi, nanti stikernya harus ditempel di dalam rumah ya," kata lelaki yang akrab disapa Ahok itu.
Dalam koran itu termuat program-program kerja Jokowi-Ahok jika nanti terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017. Program itu antara lain membuat railbus plus gambar railbus yang sudah beroperasi di Solo. Keduanya juga menjanjikan layanan kesehatan dengan kartu sehat, penataan pedagang kaki lima, serta membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) lebih santun dalam bertugas dengan tidak membawa pentungan.
Pasangan tersebut juga menampilkan hasil survei keenam pasang balon gubernur dan wagub DKI Jakarta yang akan bertarung di pemilihan kepala daerah pada Juli nanti. Ditampilkan juga kisah Jokowi yang dulunya juga pernah menjadi korban penggusuran dan kisah Ahok yang kerap didiskriminasi karena warna kulitnya. Sisanya berisi alasan kenapa warga tidak harus memilih pasangan ini dan ada teka-teki silang berhadiah.
Para bakal calon ini memang berhak melakukan sosialisasi dalam bentuk apa pun. Namun, siapa yang pantas untuk memimpin Jakarta lima tahun ke depan, semuanya ada di tangan warga Jakarta yang memiliki hak pilih pada 11 Juli mendatang.

Senin, 07 Mei 2012

Kampung Pulo Kembali Terendam
 Warga Kampung Pulo, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan melintasi genangan yang terjadi sejak dini hari tadi,
JAKARTA - Banjir kembali melanda warga Kampung Pulo RT 11 / RW 03 Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (7/5/2012).
Sejak pukul 00.00 sampai saat ini sudah dua kali air masuk ke pemukiman. Puncak genangan terjadi pada pukul 02.00 lalu surut pukul 06.00. Saat surut, warga membersihkan bekas banjir. Namun ketika warga baru membersihkan sebagian rumah, hujan kembali mengguyur sekitar pukul 09.00. Kini, air kembali masuk ke rumah warga setinggi 0,5 meter.
Mukiyem (48), warga setempat merasa terganggu aktivitasnya. Biasanya tukang sayur dapat masuk ke pemukiman, namun sekarang tukang sayur memanggil warga di tempat yang tidak tergenang. Warga harus mendatangai tukang sayur di tempat yang agak tinggi.
"Saya belum masak, dari tadi mengurus air. Tukang sayur tidak datang-datang. Ini baru belanja di atas," tutur Mukiyem kepada Kompas.
Sampai sekarang hujan terus mengguyur kawasan Kampung Pulo. Warga menempatkan kendaraan bermotor di sekitar pos ronda yang juga dipakai sebagai posko banjir. Di tempat ini kendaraan tersebut terlindung dari genangan.

Minggu, 06 Mei 2012

Gelap, Luar Komplek Rumah Jabatan DPR Jadi Tempat Pacaran
 ILUSTRASI
JAKARTA - Ada yang berbeda ketika melintasi jalan sebelah luar tembok pagar bagian selatan rumah jabatan anggota DPR. Kondisi jalan dengan penerangan terbatas menyebabkan sisi kanan dan kiri jalan menjadi gelap.
Hal tersebut dimanfaatkan oleh pasangan muda mudi yang sedang dimabuk asmara.  satu per satu pasangan muda mudi mulai berlalu-lalang dan berhenti di titik-titik gelap sepanjang jalan penghubung stasiun Duren Kalibata dengan kampus Stekpi tersebut.
Kondisi "pacaran berjamaah" menjadi pemandangan bagi para pengendara kendaraan yang melintasi ruas jalan tersebut. Dede, seorang pedagang kaki lima di lokasi yang tak jauh dari tempat tersebut mengungkapkan, setiap malam, lokasi tersebut memang ramai dikunjungi pasangan pria dan wanita.
"Biasanya pacaran, tapi nggak tau deh pacarannya ngapain," .
Dede yang sudah berdagang di lokasi tersebut selama 20 tahun juga mengungkapkan beberapa kali pernah diadakan razia, baik oleh ormas maupun petugas. Namun sayangnya, aksi razia tersebut masih belum bisa memberikan efek jera bagi para pasangan muda mudi di sana.
"Kemarin malem aja ada razia dari gerombolan orang pake sorban. Terus yang di sini pada kabur pake motor sendiri-sendiri," tambah Dede.
Dede juga menyampaikan, walau sudah bukan hal yang aneh lagi di tempat tersebut, dia tidak tahu apa saja yang dilakukan pasangan muda mudi yang memilih berpacaran di lokasi gelap tersebut. "Biasanya kalo ada warga yang protes, mereka bakal protes ke satpol PP," ujar Dede.

Sabtu, 05 Mei 2012

Ketua Masjid An-Ni'mah Anggota Timses Foke
Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dari PKS Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini 
JAKARTA - Kabar mengenai sempat adanya penolakan kepada Hidayat Nur Wahid (HNW), bakal calon Gubernur DKI dari PKS, untuk menjadi khatib salat Jumat di Pulau Panggang Kepulauan Seribu telah tersebar kemana-mana.

Kabar yang berhembus, Ketua Masjid An-Ni'mah di Pulau Panggang merupakan anggota tim sukses Gubernur DKI Fauzi Bowo (Foke) sehingga sempat menolak Hidayat menjadi khatib.

Hal ini diungkapkan Ketua DPW DKI PKS, Selamat Nurdin, saat dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut. Selamat menuturkan memang sempat terjadi penolakan dari Ketua Mesjid An Ni’mah ketika Hidayat hendak menjadi khatib disana.

"Dia mengaku dari tim suksesnya Foke. Dia mengaku pegawai honorer, jadi dia takut kena marah Lurah dan Camat," ujar Selamat, Jumat (4/5/2012).

Selamat menuturkan meski dilarang menjadi khatib saat salat Jumat, rombongan HNW tetap masuk tanpa mempedulikan larangan tersebut. Menurutnya pihaknya sudah menanyakan ke imam Masjid, dan imam mengizinkan HNW menjadi khatib.

"Lagi pula ini kan konteksnya bukan kampanye, melainkan soal ketaqwaan. Ingin membagikan ajaran Islam, itu saja," cetusnya.

Ditambahkannya, birokrasi Pemprov DKI sebaiknya jangan terlalu takut mendapat teguran dari atasan. Menurutnya saat ini tahapan pemilukada belum memasuki masa kampanye, dan belum ada pengumuman resmi dari KPU DKI mengenai siapa pasangan bakal calon yang akan maju untuk memperebutkan kursi DKI 1 dan DKI 2.

"Saat ini hanya mengenalkan kandidat. Jadi boleh-boleh saja dong. Kasih kami kesempatan yang sama dengan pasangan lain. Jangan main sikat gini," katanya.