Selasa, 08 Mei 2012

Foke dan Jokowi Beradu Lewat Lembaran Kertas
 Buklet rangkuman prestasi Fauzi Bowo sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012 dan koran Jakarta Baru milik Jokowi-Ahok.
JAKARTA — Penetapan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta hanya tinggal hitungan hari. Para bakal calon kini sudah gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan menyebar berbagai atribut, seperti pamflet, stiker, bahkan buklet dan koran.
Atribut seperti stiker, pamflet, dan spanduk seolah menjadi alat wajib bagi para bakal calon ini. Dapat dilihat di tiap sudut Ibu Kota, berbagai atribut tersebut terpampang di jalan-jalan.
Namun, ada yang berbeda dari biasanya, beberapa calon bahkan mengedarkan buklet dan koran agar warga lebih mengenal mereka lebih baik. Jika pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama mengedarkan koran bertajuk Jakarta Baru, maka pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli pun tak mau kalah dengan mengeluarkan buklet berjudul Rangkuman Prestasi Fauzi Bowo Sebagai Gubernur DKI Jakarta Periode 2007-2012.
Calon petahana Fauzi Bowo menganggap keberadaan buklet tersebut sah dan tidak menyalahi aturan. Ia berargumen bahwa isi dalam buklet tersebut adalah hasil kerjanya yang sudah dilakukan untuk Jakarta dan buktinya dapat dilihat langsung oleh warga Jakarta. "Biar orang yang menilai. Saya kan tidak jual janji," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, singkat saat dijumpai di Balaikota Jakarta, Senin (7/5/2012).
Isi buklet tersebut menuliskan sejauh mana sosok Foke menjalankan programnya selama lima tahun dalam berbagai bidang, baik masalah transportasi, pengelolaan air, permukiman, pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, maupun sosial ekonomi.
Pada bagian akhir buklet, terdapat daftar riwayat hidup Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli. Beberapa hal yang dicatat di dalamnya adalah pembangunan jalan layang non-tol Antasari-Blok M dan Kampung Melayu-Tanah Abang, penambahan luas ruang terbuka hijau sebanyak 103 hektar, serta perluasan hutan mangrove dari 70 hektar menjadi 380 hektar. Foke juga mencatatkan kelanjutan pengerjaan Kanal Banjir Timur (KBT) yang diklaim telah membuat wilayah Jakarta Timur dan Utara seluas 15.400 hektar dengan 2,7 jiwa warga terbebas dari ancaman banjir. Prestasi lainnya adalah pembangunan mass rapid transit (MRT).
Buklet ini kabarnya hanya dibagikan secara internal kepada para pendukung pasangan Foke-Nara. Namun, pada kenyataannya, dalam beberapa acara kunjungan Gubernur DKI Jakarta ke RW binaan di Jakarta, buklet ini ikut dibagikan untuk warga.
Secara terpisah, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bahwa selain membagikan kartu nama dan stiker kepada warga, ada juga bentuk sosialisasi lain, yaitu keberadaan koran Jakarta Baru. Pendistribusiannya ke warga Jakarta dilakukan oleh para relawan yang berkeliling setiap hari ke segala penjuru Jakarta.
"Saya titip. Jadi ada pasukan yang bagikan ke orang. Begitu juga dengan stiker dan kartu nama. Tapi, nanti stikernya harus ditempel di dalam rumah ya," kata lelaki yang akrab disapa Ahok itu.
Dalam koran itu termuat program-program kerja Jokowi-Ahok jika nanti terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017. Program itu antara lain membuat railbus plus gambar railbus yang sudah beroperasi di Solo. Keduanya juga menjanjikan layanan kesehatan dengan kartu sehat, penataan pedagang kaki lima, serta membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) lebih santun dalam bertugas dengan tidak membawa pentungan.
Pasangan tersebut juga menampilkan hasil survei keenam pasang balon gubernur dan wagub DKI Jakarta yang akan bertarung di pemilihan kepala daerah pada Juli nanti. Ditampilkan juga kisah Jokowi yang dulunya juga pernah menjadi korban penggusuran dan kisah Ahok yang kerap didiskriminasi karena warna kulitnya. Sisanya berisi alasan kenapa warga tidak harus memilih pasangan ini dan ada teka-teki silang berhadiah.
Para bakal calon ini memang berhak melakukan sosialisasi dalam bentuk apa pun. Namun, siapa yang pantas untuk memimpin Jakarta lima tahun ke depan, semuanya ada di tangan warga Jakarta yang memiliki hak pilih pada 11 Juli mendatang.

Senin, 07 Mei 2012

Kampung Pulo Kembali Terendam
 Warga Kampung Pulo, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan melintasi genangan yang terjadi sejak dini hari tadi,
JAKARTA - Banjir kembali melanda warga Kampung Pulo RT 11 / RW 03 Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (7/5/2012).
Sejak pukul 00.00 sampai saat ini sudah dua kali air masuk ke pemukiman. Puncak genangan terjadi pada pukul 02.00 lalu surut pukul 06.00. Saat surut, warga membersihkan bekas banjir. Namun ketika warga baru membersihkan sebagian rumah, hujan kembali mengguyur sekitar pukul 09.00. Kini, air kembali masuk ke rumah warga setinggi 0,5 meter.
Mukiyem (48), warga setempat merasa terganggu aktivitasnya. Biasanya tukang sayur dapat masuk ke pemukiman, namun sekarang tukang sayur memanggil warga di tempat yang tidak tergenang. Warga harus mendatangai tukang sayur di tempat yang agak tinggi.
"Saya belum masak, dari tadi mengurus air. Tukang sayur tidak datang-datang. Ini baru belanja di atas," tutur Mukiyem kepada Kompas.
Sampai sekarang hujan terus mengguyur kawasan Kampung Pulo. Warga menempatkan kendaraan bermotor di sekitar pos ronda yang juga dipakai sebagai posko banjir. Di tempat ini kendaraan tersebut terlindung dari genangan.

Minggu, 06 Mei 2012

Gelap, Luar Komplek Rumah Jabatan DPR Jadi Tempat Pacaran
 ILUSTRASI
JAKARTA - Ada yang berbeda ketika melintasi jalan sebelah luar tembok pagar bagian selatan rumah jabatan anggota DPR. Kondisi jalan dengan penerangan terbatas menyebabkan sisi kanan dan kiri jalan menjadi gelap.
Hal tersebut dimanfaatkan oleh pasangan muda mudi yang sedang dimabuk asmara.  satu per satu pasangan muda mudi mulai berlalu-lalang dan berhenti di titik-titik gelap sepanjang jalan penghubung stasiun Duren Kalibata dengan kampus Stekpi tersebut.
Kondisi "pacaran berjamaah" menjadi pemandangan bagi para pengendara kendaraan yang melintasi ruas jalan tersebut. Dede, seorang pedagang kaki lima di lokasi yang tak jauh dari tempat tersebut mengungkapkan, setiap malam, lokasi tersebut memang ramai dikunjungi pasangan pria dan wanita.
"Biasanya pacaran, tapi nggak tau deh pacarannya ngapain," .
Dede yang sudah berdagang di lokasi tersebut selama 20 tahun juga mengungkapkan beberapa kali pernah diadakan razia, baik oleh ormas maupun petugas. Namun sayangnya, aksi razia tersebut masih belum bisa memberikan efek jera bagi para pasangan muda mudi di sana.
"Kemarin malem aja ada razia dari gerombolan orang pake sorban. Terus yang di sini pada kabur pake motor sendiri-sendiri," tambah Dede.
Dede juga menyampaikan, walau sudah bukan hal yang aneh lagi di tempat tersebut, dia tidak tahu apa saja yang dilakukan pasangan muda mudi yang memilih berpacaran di lokasi gelap tersebut. "Biasanya kalo ada warga yang protes, mereka bakal protes ke satpol PP," ujar Dede.

Sabtu, 05 Mei 2012

Ketua Masjid An-Ni'mah Anggota Timses Foke
Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dari PKS Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini 
JAKARTA - Kabar mengenai sempat adanya penolakan kepada Hidayat Nur Wahid (HNW), bakal calon Gubernur DKI dari PKS, untuk menjadi khatib salat Jumat di Pulau Panggang Kepulauan Seribu telah tersebar kemana-mana.

Kabar yang berhembus, Ketua Masjid An-Ni'mah di Pulau Panggang merupakan anggota tim sukses Gubernur DKI Fauzi Bowo (Foke) sehingga sempat menolak Hidayat menjadi khatib.

Hal ini diungkapkan Ketua DPW DKI PKS, Selamat Nurdin, saat dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut. Selamat menuturkan memang sempat terjadi penolakan dari Ketua Mesjid An Ni’mah ketika Hidayat hendak menjadi khatib disana.

"Dia mengaku dari tim suksesnya Foke. Dia mengaku pegawai honorer, jadi dia takut kena marah Lurah dan Camat," ujar Selamat, Jumat (4/5/2012).

Selamat menuturkan meski dilarang menjadi khatib saat salat Jumat, rombongan HNW tetap masuk tanpa mempedulikan larangan tersebut. Menurutnya pihaknya sudah menanyakan ke imam Masjid, dan imam mengizinkan HNW menjadi khatib.

"Lagi pula ini kan konteksnya bukan kampanye, melainkan soal ketaqwaan. Ingin membagikan ajaran Islam, itu saja," cetusnya.

Ditambahkannya, birokrasi Pemprov DKI sebaiknya jangan terlalu takut mendapat teguran dari atasan. Menurutnya saat ini tahapan pemilukada belum memasuki masa kampanye, dan belum ada pengumuman resmi dari KPU DKI mengenai siapa pasangan bakal calon yang akan maju untuk memperebutkan kursi DKI 1 dan DKI 2.

"Saat ini hanya mengenalkan kandidat. Jadi boleh-boleh saja dong. Kasih kami kesempatan yang sama dengan pasangan lain. Jangan main sikat gini," katanya.

Jumat, 04 Mei 2012

Tahun Ini Sudah Ada 13 Kasus Ayah Cabuli Anak
 ILUSTRASI
JAKARTA  — Publik seakan dikagetkan dengan kasus yang mencuat pada 2 Mei 2012 lalu. Seorang ayah, NF (50), tega mencabuli darah dagingnya sendiri, NV (16), sebanyak lima kali hingga hamil enam bulan.
Kasus ini pun mengundang masyarakat untuk mengetahui fenomena tersebut secara lebih detail.
Berdasarkan laporan yang diterima Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), pada 2011 lalu tercatat terjadi 2.508 kasus yang melibatkan anak di bawah umur 21 tahun.
Sebanyak 68 persen di antaranya merupakan kasus kekerasan seksual, sedangkan sisanya kekerasan fisik.
Pada tahun 2012, belum mencapai tengah tahun saja, pihaknya mendapat lebih dari 200 laporan kasus yang melibatkan anak. Dengan 47 di antaranya merupakan kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang tuanya. Sebanyak 13 kasus merupakan kasus hubungan badan antara ayah dan anak kandungnya.
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait pun mengungkapkan bahwa fenomena hubungan badan yang terjadi antara ayah dan anak kandungnya sendiri seharusnya bukan sekadar ditempatkan pada penyimpangan perilaku seksual, melainkan sudah merupakan kejahatan seksual.
"Mengerikan sekali kan itu. Sangat di luar akal sehat manusia lagi," tegasnya saat ditemui Kompas.com di kantornya, Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (3/5/2012).
Arist melanjutkan, aib tersebut bisa menyebabkan luka batin terhadap sang anak dan menyebabkan terganggunya perkembangan psikologis sang anak dalam menyongsong masa depannya. Sang anak bisa merasa dirinya tak bernilai lagi di mata masyarakat.
"Dia melukai dirinya sendiri dan janin merasa jijik, merasa terhukum oleh masyarakat sekitar, dirinya sudah tak berarti lagi," lanjutnya.
Oleh sebab itu, Arist menegaskan, pihak penegak hukum dapat mempertimbangkan faktor tersebut untuk memberikan efek jera bagi pelaku.
"Kami mendorong khususnya unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk betul-betul bisa menjerat bapaknya ini dengan pasal yang betul-betul," lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa seorang ayah berinisial NF (50), warga Cakung, Jakarta Timur, tega menyetubuhi NV (16), anak ketiga hasil pernikahannya dengan istri pertama, hingga hamil enam bulan.
Diketahui NF memiliki dua istri. Dari istri pertama, NF dikaruniai empat orang anak. NV, yang dicabulinya, merupakan anak ketiganya.
Ia mengaku telah lama berpisah dengan istri pertamanya yang bertempat tinggal di daerah Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, dan kini ia tinggal dengan istri kedua di Kampung Rawa Teratai, Cakung, Jakarta Timur.
Aib tersebut terbongkar saat ibu korban menaruh curiga pada anaknya karena tidak kunjung mengalami siklus kewanitaan. Oleh sebab itu, ibu korban menanyakan hal tersebut langsung kepadanya hingga akhirnya ia mengaku.
Sang ibu kandung lalu menyerahkan pelaku ke Polres Jakarta Timur. Akibat perbuatan bejatnya, NF diancam Pasal 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Selasa, 01 Mei 2012

Buruh di Serang Gelar Jalan Sehat
 ILUSTRASI
SERANG - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Serang, Banten diwarnai kegiatan jalan sehat yang berawal dari Alun-Alun Barat Serang, Banten, Selasa (1/5/2012).
Beberapa spanduk terlihat membentang di beberapa penjuru alun-alun berisi beberapa tuntutan, di antaranya seruan penolakan upah murah dan sistem outsourching.
Tuntutan lainnya adalah segera dikeluarkannya aturan pelaksana Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
Selain itu juga seruan agar menjadikan tanggal 1 Mei sebagai Hari Libur Nasional.
Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten Ubaidilah sebelumnya mengatakan, peringatan May Day di Banten juga dimeriahkan dengan kegiatan bakti sosial berupa khitanan massal dan donor darah.

Senin, 30 April 2012

Inilah Perubahan Lalu Lintas di Jakarta pada Hari Buruh
Helikopter Polda Metro Jaya mengawasi unjuk rasa buruh dalam memperingati Hari Buruh di Bundaran HI 
JAKARTA — Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya berencana melakukan rekayasa arus lalu lintas pada Selasa, 1 Mei 2012. Hal ini karena diperkirakan besok akan ada sekitar 50 pekerja yang berunjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional.

"Perubahan arus lalu lintas ini biasanya bergantung situasi dan kondisi di lapangan, jika ada konsentrasi massa dan peningkatan eskalasi. Namun, untuk besok bisa lebih dipastikan akan kami berlakukan," kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Wahyono, Senin (30/4/2012) pagi ini.

Ia menambahkan, perubahan arus lalu lintas ini diberlakukan dalam rangka melayani warga dan peserta May Day agar semua aktivitas bisa berjalan lancar dan tidak saling mengganggu.

Perubahan alih arus lalau lintas di beberapa titik atau lokasi tersebut sebagai berikut:

A. Istana Negara

a. Dari arah Harmoni (Jalan Hayam Wuruk) akan dialihkan ke/melalui
1) Jalan Suryopranoto-Cideng-Tanah Abang
2 Jalan Ir H Juanda-Jalan Veteran/Jalan Katedral

b. Arah Thamrin menuju Istana akan dialihkan:
1) Jalan KH Wahid Hasyim/Jalan Kebon Sirih-Jalan Cideng Barat-Jalan Suryopranoto
2) Jalan Kebon Sirih/MMS-Jalan M Ridwan Rais-Jalan MMT-Jalan Perwira
3) Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Tanah Abang Timur-Jalan Abdul Muis

B. Bundaran HI
a. Arah Jalan Sudirman: Jalan Teluk Betung-Jalan Kebon Kacang atau Dukuh Atas-Jalan Kendal

b. Arah Jalan Sudirman: Dukuh Atas-Tanah Abang-Jalan Galunggung

C. DPR/MPR
a. Arah Semanggi: Semanggi-Jalan Gerbang Pemuda-Jalan Gelora-Jalan Gelora I/Jalan Palmerah Utara

b. Arah Jalan Sisingamangaraja/Jalan Sudirman: Jalan Asia Afrika/Jalan Pitu I Senayan-Jalan Asia Afrika-Jalan Gelora-Jalan Gelora I/Jalan Palmerah Utara

c. Arah Jalan S Parman: Jalan Pejompongan-Jalan Penjernihan/Jalan Gelora I

D. Gelora Bung Karno dan sekitarnya akan digunakan sebagai sarana parkir sekitar 2.500 bus.